Showing posts with label Things to ponder.. Show all posts
Showing posts with label Things to ponder.. Show all posts

Sunday, February 12, 2012

Peringatan untuk diri

“Titip Ibuku Ya Allah”

"Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja..."
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bias mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
"Ibu sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa"
Pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca .... orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, " Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? "
Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata Ibu berkata,
"Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ".
Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, " Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, " Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "
Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi... Ah, maafin kami Ibu .... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?
"Nak... bangun nak, udah azan subuh ... sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. " Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, " Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...". Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu..",  namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
Wallaahua'lam
"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu..., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil "
__._,_.___ 

Sunday, January 8, 2012

Self-reflection

Aku menghadapi konflik few days back. Tapi aku takkan reveal apa-apa pun kisahnya. Alhamdulillah. Aku belajar banyak sangat benda. 

1. 
‎"Ikatlah kata-katamu dengan akal dan ilmu kerana hamburan kata-kata tanpa kewarasan, ibarat anak panah yang terlepas dari busur tanpa kawal, mungkin menikam mereka yang tidak berdosa."

Aku belajar kita tak boleh berkata mengikut saja perasaan kita tanpa bermuhasabah terlebih dahulu. Betapa marahnya kita pada suatu masa, duduklah sebentar. Fikirlah betapa kasihnya dan sabarnya Allah kepada kita. Banyak sangat dosa kita buat. Tapi kite still bernafas dan mampu bergelak ketawa. Nikmat Allah yang manakah hendak kite dustakan?

Layakkah kita marah orang lain? Adakah memarahi sesorang dapat menjadikan kita seseorang yang lebih baik daripada orang yang dimarahi?

2.
"Tidak sempurna iman seseorang itu apabila dia tidak mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri." [Riwayat Muslim] 

I learned that in this life. In interacting with people, we should be interested in them rather than trying so hard to be interesting. Rendahkan hati, Walaupun tahu tak sama pendapat or idea, we should be good listeners and ready to be agree to disagree. Lapangkan dada and we should never put ourselves in the centre. Salah kite merasakan pendapat kita yang terbaik. Not your feelings that matters the most. Dahulukan orang lain. Niatkan semua kerana Allah.

Walaupun orang yang kite berbuat baik itu kurang menghargai kita, tak apa. Tetaplah berbuat baik. Jangan cepat mengalah atau melatah. Apabila orang mengatakan sesuatu yang buruk kepada kita. Bersabarlah. Allah mengetahui apa yang tersurat dan tersirat di dalam hati kita. Apabila hati menangis, pujuklah hati. Allah itu dekat, penuh kasih sayang. Dia takkan pernah biarkan kita menangis. 


3.
" Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia mengkehendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, " Jadilah! Maka jadilah ia.""  36:82


Ha apa dia? Jodoh? Rezeki? Aah. Itu semua milik Allah. It is beyond of our knowledge. Trylah fikir berjuta kali. Mengapa benda berlaku tak seperti yang kita harapkan. Cubalah. Sampai kepala serabut memikirkan. Tanya pendapat orang sini sana. Luahkan. At the end of the day, kita sendiri mendapat jawapan dia. Nampak hikmah sesuatu kejadian. Pada masa itu mungkin tak nampak, tapi bersabarlah lambat laun, pasti. Dalam tak mendapat apa yang kita nak, tapi Allah kurniakan sesuatu yang tak disangka-sangka. Yakinlah.

"Lord has His ways to show you something"

Aku teringat di mana aku tak layan seorang lelaki. Bukan aku tak nak layan, tapi kata hati kuat mengatakan, aku tak boleh terima lelaki ini. Ada orang di sekeliling menyuarakan pendapat mereka tak setuju dengan cara aku yang kononnya jual mahal dan terlalu ego. Perasaan aku berbaur. Salah ke aku menolak perasaan seorang lelaki itu? Adakah aku terlalu dingin? Kenapa Allah bagi aku perasaan untuk tidak menerima lelaki itu. Aku tertanya sendirian. Tetapi, alhamdulillah. Aku dah dapat jawapannya. Melihat lelaki itu yang sekarang dan apa yang telah terjadi. Aku tahu dia bukan untuk aku.Aku menadah tangan mengucapkan syukur. Allah bagi aku perasaan itu pada waktu itu disebabkan Dia ingin menjaga aku. Sujud syukur. ya Allah, jangan pernah berhenti melindungi aku dan kami semua.

Kalau betul dia untukku, hubungan yang cuba dibina takkan susah, everything will just fit into its places. Like seriously. apabila melalui suatu fasa yang kita tak mampu nak hadapi, tabahkanlah hati. Allah takkan saje nak bagi jalan hidup kita camtuh. Bila kita dah habis melalui, reflect balik. Hati mula berkata "Laaa, patutlah time itu kena macam ini, if tak kena macam tu, tak dapat benda ini."

Soal jodoh serahkan pada Dia. Aku pun memesan pada diriku. Yelah, apatah pada masa ini, kawan kawan sebaya masing masing mula melangkah ke alam perkahwinan. Kalau Allah nak bagi, sekejap je. Like seriously. Kalau ada someone, memanglah rasa secure, tapi belum tentu lagi ke jinjang pelamin.

Saya akhiri post saya, dengan memesan pada diri sendri dan orang lain. 

"Jangan hanya inginkan lelaki yang baik selagi kita tidak menjadi baik, tetapi jadilah wanita yang baik sehingga kita diinginkan oleh lelaki yang baik."

Saturday, December 31, 2011

Cuti yang dah nak habis.

Assalam, yo, what's up?

Aku alhamdulillah. Cuma kurang sihat sikit but its okay since sakit penebus dosa kan. So, insyaALLAH tak lama lagi sihatlah. Amin! Aku pergi Italy 19-24 December. Malam 19 itu tak tidur, sebab gerak airport pukul 1.30pagi. Balik sampai sini 24 malam.25hb pagi itu bawa my very good friend and her sister bawa jalan kaki around London, Tower Bridge and London Bridge.  Nak pergi jauh-jauh, nanti tak balik karang, tak ada transport on christmas day. The next day, pergi oxford street from pukul 8am sampai 8pm. Sekali ada orang kena stabbed, 2 cases pula itu. Cuak cap ayamlah kan.Anyway, alhamdulillah, setelah beberapa hari, 27hb malam, sending off my friend and her sister at london euston station, leaving for Dublin, Ireland. 

Banyak sangat aku dah belajar sepanjang cuti ini. Banyak sangat. Aku rasa yang paling memberi kesan kepada aku adalah, kekuatan untuk melaksanakan tanggungjawab sebagai seorang kawan. 
Nak cakap,
 "Oh, we are best friend."
"Let us be friend forever."
"Aku sayang dekat kau. Kau bestlah."

Benda nak loving-loving semua, best-best time waktu senang memang senang nak cakap. Tapi cuba bila dalam keadaan susah, sanggupkah kita melepaskan masa yang kita ada untuk sesuatu perkara yang tak berkaitan dengan kita pun? Fikirkan masalah itu juga. Ha, jawap-jawap. Sanggupkah? Fikir banyak kali kan?

Tahu tak aku menuntut ilmu persahabatan dengan siapa, dengan girls yang gambar dia orang banyak dekat bawah ini. 15 buddies aku. Aku takkan lupa zaman sekolah dulu. Masa nak assembley, seorang member mengadu tertinggal nametag dekat asrama. Seorang lagi tanpa hesitation langsung. Langsung. Offer; "Kau nak aku teman?Jom." Padahal, yang seorang yang offer itu aware kot apa risks kalau balik asrama bukan pada waktunya. Nanti warden terjumpe, nayaa kot. Tak pasal nama naik. Aku yang menyaksikan dekat situ, "Dalam hati, like wow!".Awesome sangat friendship yang terbina ini.

Lagi satu aku takkan lupa. Masa sekolah, seorang member aku mengadu tak ada duit. Tahu tak apa jadi, 2/3 orang offer; "Kau nak pinjam duit aku?". Berlumba lumba masing masing nak kasi pinjamkan duit. Padahal masa sekolah dulu, duit mak ayah bagi sebulan sekali and tak adalah banyak sangat. Paling kurang RM50. See? Gilakan. It touched my heart kot. Like seriously. Keadaan ini mengajar aku untuk tidak mementingkan diri. Kawan susah, selagi mampu tolong. Kalau tak mampu, cakap. Jangan bagi harapan palsu, kata boleh boleh, dalam hati dah tahu dah, tak nak tolong. Niatkan kerana Dia, insyaALLAH susah macam mana pun, Allah akan permudahkan. Yakinlah wahai Wan Najah Maryam Mohd Daud dan siapa yang baca ini.

Cakap pasal persahabatan, nanti ada kawan cakap dekat kita, "Kau sombonglah sekarang." Lepas itu, dihimpit rasa bersalah, sebab dalam hati tak berniat langsung untuk sombong. Cuma busy, masa laju jalan, nak pula clinical year. Tak sempat nak catch up. Tapi kan kadang-kadang fikirkan balik, dalam persahabatan. ini, tepuk sebelah tangan tak berbunyi.  Dia tak boleh seorang saja berusaha nak jaga persahabatan itu, Dia saja yang kene contact lagi satu. Pihak satu lagi, tak buat apa-apa. Hanya tunggu untuk dicontact. Kalau tak dicontact, cakap kawan lagi satu sombong. Effort kena dua-dua pihak. Bukan satu saje  Wan Najah. Mak pesan, umur dah besar ini, masing-masing ada hal sendiri, kalau terasa diri diabaikan oleh member, jangan cepat melatah. Tak payah emo, nak kecik, amik hati. Dia tak approach, kita approach dia.Betul. ya ALLAH, berikan kami kekuatan untuk berlapang dada and tak bersangka buruk.

Okaylah itu saja. Ulasan untuk mengingatkan diri yang lalai ini for today. Semoge Allah permudahkan segala urusan kita pada hari ini and have a nice day. Amin ya rabbal alameen.

Tuesday, December 13, 2011

Sayang -menyayangi.


Memiliki adik-beradik yang semuanya lelaki memang best. Tipulah, kadang teringin nak adik beradik perempuan, tapi ini yang apa Allah kurniakan, jadi aku menerima dengan hati yang terbuka. insyaAllah. Kalau ada match bola, berebut tv, menangis macam mana pun still tak dapat. Remote dekat tangan abang. Yang lain semua duduk menghadap. Dengan ayah sekali. Macam mana? Nak taknak. Layan jugak bola tu. Perempuan kalau tengok sure macam emo. Like cam "OH NOOOO!lagi sikitt!" Tutup muka dengan bantal mengharapkan goal. Lepas itu, Najib pandang, 

Najib: "Kau boleh relaks tak Kak Jah?"
Abang: "Kau ni bising ah "
Naqib:  "Ish, gelabah ah kak jah ni."
Nawfal: " Leklaah kak jah."

Lepas itu, aku macam. Okay fine aku senyap. Terbaik kan kena pangkah dengan diaorang semua. Tapi aku tak kisah pun. Tak amik hati sebab aku cool. Eceh. Haha. Ala budak laki, seboleh-boleh nak focus, ingat bila diaorang focus, team diaorang sokong tu boleh menanglah? 

Menjadi anak yang kedua, aku sememangnya protective terhadap adik-adik aku. Tapi kelemahan aku terbesar adalah aku kuat bercakap. Jadi, aku insyaAllah nak berusaha keras untuk tidak menasihati adik-adik aku secara berlebihan aka membebel. InsyaAllah. Boleh Najah boleh! Go Go Go. Cakap sekali je dah cukup, itulah mak aku pesan dekat aku. Okay, mak saya faham! Boleh dikatakan apa-apa adik beradik aku nak, aku sememangnya try sehabis boleh bagi walaupun terpaksa mengorbankan kehendak aku sendiri. Eceh. Ayat nak dramatik. Aku rasa, aku memang macam itu. Ikut mak aku kot. Mak aku jenis, apa kitaorang nak, kalau ok, as long as benda itu bukan benda tak elok, if tak dapat sekarang, mesti akan dapat juga later. 

Ada adik beradik lelaki menyebabkan aku kurang mengekspresikan rasa sayang aku, face to face. Aku lebih kepada perbuatan bukan kata-kata. Tanda aku sayang, aku sanggup buat walaupun susah payah macam manaa pun. Tapi aku macam jaranglah nak cakap, ohh kak jah sayang nawfal. HAHAHA. Kalau aku cakap, aku cakap gelak-gelak, gedik gedik, cakap i lap you. Adoi mak. Jadi, kalau aku rasa nak bagitahu someone, aku sayang dekat dia, aku lebih ke arah, bagi kad. Tapi ucapan panjang lebar bukan ucapan cliche yang boleh dapat dekat internet. Luahan isi hati aku. Yang orang itu boleh menangis. Tapi nak cakap. Takkanlah. Malu.

Jadi, sekarang ini, aku nak belajar supaya lebih menjadi orang yang tak malu sangat bagitahu orang lain, kita sayang dia. Macam adik-beradik aku and kawan kawan aku yang sejenislah. Lain jenis, bahaya sikit, kalau sayang pendam jerlah.Haha. Mak ayah aku biasa cakap i lap you time habis call.So, macam itu lain ceritalah. Aku tiba-tiba nak jadi macam ini sebab Rasulullah SAW menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai kerana Allah.

So, what are you waiting for? Jom bagitahu. Takut takut tak sempat. So better, kita bagitahu sekarang kita sayang. Although there is nothing much be done kerana jarak and masa but at least, diaorang tahu diaorang disayangi dan dirindui. Sorrylah lepas ini aku cam terPDA dekat facebook ke apa.

P/S: Kepada Abang, Najib, Naqib, Nawfal, aku sayang korang. Harap-harap korang sayang dekat aku gak :P. Kalau sayang, so lepas ini, kalau kakjah cakap banyak layan. Kalau tak layann, siap.

Monday, March 21, 2011

Cikgu!

Pernah tak dengar satu ceramah atau apa-apa talk agama, lepas itu hati rasa kagum sangat dengan kehebatan penceramah mengutarakan hujah-hujah dia dengan berapi-api? Saya pernah. Rasa macam WOW.Sukaanya!

Walaubagaimana pun, sehebat mana orang itu bijak berkata-kata, kita selaku pendengar, menjadi tanggungjawab kita untuk menyelidik latar belakang penceramah itu. Kalau payah nak menyelidik, tanya ustaz ustaz lain pasal penceramah ini. Betul ke penceramah ini pelajar terbaik dekat universiti azhar dulu? Betul ke dia belajar leklok dulu waktu uni ke dia dok sibuk berniaga?*eceh teringat ketika cinta bertasbih*.hihi.

Anyways, ini penting, sebab ilmu itu agama. Sooo, sangat penting from siapa kita mengambil ilmu itu.

Bayangkan, kita orang biasa tak ambil course medic pergi jumpa orang yang pakai lab coat duk explain segala pasal kesihatan penyakit, fasih pula tu, nganga mulut kita dengar. Walhal hakikatnya dia sebenarnya pembantu makmal, bukan doctor.

Samalah macam dengar ceramah agama semua, sebab kita bukan ambil bidang itu sebagai bidang utama dalam pembelajaran kita kat uni, so kita senang je nak percaya orang yang from bidang tuh cakap apa-apa. Sebaiknya, kita selidik dulu yeah. :)

Benda camni mungkin kita terlepas pandang, saja nak ingatkan diri and orang lain. Selamat malam!